Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara berkala merilis publikasi prediksi musim sebagai acuan untuk memahami kondisi musim yang akan datang. Informasi ini disampaikan sebagai referensi dalam mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan di berbagai sektor, antara lain pangan, sumber daya air, energi, lingkungan, kehutanan dan kebencanaan serta diharapkan dapat menjadi dasar bagi masyarakat dan pemerintah dalam menyusun strategi adaptif dalam menghadapi musim kemarau. Informasi terkait Prakiraan Musim Hujan 2025/2026 serta Prakiraan Musim Kemarau 2026 telah dirilis oleh Stasiun Klimatologi (Staklim) Yogyakarta melalui laman resmi https://staklim-yogya.bmkg.go.id/. Data tersebut kemudian diolah lebih lanjut untuk menghasilkan informasi prakiraan musim yang spesifik bagi wilayah Kabupaten Bantul.
Dalam memetakan waktu, BMKG menggunakan satuan Dasarian, yaitu rentang waktu selama 10 hari. Satu bulan dibagi menjadi tiga dasarian yaitu Dasarian I (tanggal 1 sampai 10), Dasarian II (tanggal 11 sampai 20), dan Dasarian III (tanggal 21 sampai akhir bulan). Berdasarkan pembagian tersebut, wilayah Bantul bagian tengah dan selatan diprediksi mengakhiri musim hujan pada April Dasarian II. Sementara itu, wilayah Bantul bagian utara diprediksi mengakhiri musim hujan pada April Dasarian III.

Pada April Dasarian III, wilayah Kabupaten Bantul bagian tengah dan selatan diprediksi akan memasuki awal musim kemarau. Sedangkan wilayah Kabupaten Bantul bagian utara diprediksi akan memasuki awal musim kemarau pada Mei Dasarian I. Prediksi durasi musim kemarau terjadi selama 19-21 dasarian (sekitar 6-7 bulan). Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Agustus dan seluruh rangkaian musim kemarau diperkirakan akan berakhir pada November Dasarian I.

Selain durasi, BMKG juga memetakan intensitas hujan selama musim kemarau. Wilayah Bantul bagian tengah dan selatan diprediksi memiliki curah hujan 301–350 mm. Adapun wilayah utara diprediksi memiliki curah hujan yang lebih rendah, yakni berkisar antara 250–300 mm.

