Jumlah Kejadian Gempa menurut Bulan dan Magnitudo

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Geofisika DIY


Tahun
EXCELGRAFIK
Kode Nama Data Satuan 2024 2025 2026
9.24.0002
Jumlah kejadian gempa menurut bulan dan magnitudo
Kali 551,00 574,00 n/a
9.24.0002.001
Januari
Kali 58,00 39,00 n/a
9.24.0002.001.01
     M <= 2.0
Kali 56,00 39,00 n/a
9.24.0002.001.02
     M 2.1 - 3
Kali 1,00 0,00 n/a
9.24.0002.001.03
     M 3.1 - 4
Kali 1,00 0,00 n/a
9.24.0002.001.04
     M 4.1 - 5
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.001.05
     M > 5.0
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.002
Februari
Kali 36,00 36,00 n/a
9.24.0002.002.01
     M <= 2.0
Kali 35,00 36,00 n/a
9.24.0002.002.02
     M 2.1 - 3
Kali 1,00 0,00 n/a
9.24.0002.002.03
     M 3.1 - 4
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.002.04
     M 4.1 - 5
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.002.05
     M > 5.0
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.003
Maret
Kali 31,00 36,00 n/a
9.24.0002.003.01
     M <= 2.0
Kali 29,00 36,00 n/a
9.24.0002.003.02
     M 2.1 - 3
Kali 2,00 0,00 n/a
9.24.0002.003.03
     M 3.1 - 4
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.003.04
     M 4.1 - 5
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.003.05
     M > 5.0
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.004
April
Kali 43,00 28,00 n/a
9.24.0002.004.01
     M <= 2.0
Kali 40,00 28,00 n/a
9.24.0002.004.02
     M 2.1 - 3
Kali 3,00 0,00 n/a
9.24.0002.004.03
     M 3.1 - 4
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.004.04
     M 4.1 - 5
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.004.05
     M > 5.0
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.005
Mei
Kali 41,00 18,00 n/a
9.24.0002.005.01
     M <= 2.0
Kali 40,00 18,00 n/a
9.24.0002.005.02
     M 2.1 - 3
Kali 1,00 0,00 n/a
9.24.0002.005.03
     M 3.1 - 4
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.005.04
     M 4.1 - 5
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.005.05
     M > 5.0
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.006
Juni
Kali 46,00 73,00 n/a
9.24.0002.006.01
     M <= 2.0
Kali 45,00 71,00 n/a
9.24.0002.006.02
     M 2.1 - 3
Kali 0,00 2,00 n/a
9.24.0002.006.03
     M 3.1 - 4
Kali 1,00 0,00 n/a
9.24.0002.006.04
     M 4.1 - 5
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.006.05
     M > 5.0
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.007
Juli
Kali 60,00 141,00 n/a
9.24.0002.007.01
     M <= 2.0
Kali 60,00 128,00 n/a
9.24.0002.007.02
     M 2.1 - 3
Kali 0,00 13,00 n/a
9.24.0002.007.03
     M 3.1 - 4
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.007.04
     M 4.1 - 5
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.007.05
     M > 5.0
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.008
Agustus
Kali 27,00 74,00 n/a
9.24.0002.008.01
     M <= 2.0
Kali 26,00 74,00 n/a
9.24.0002.008.02
     M 2.1 - 3
Kali 1,00 0,00 n/a
9.24.0002.008.03
     M 3.1 - 4
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.008.04
     M 4.1 - 5
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.008.05
     M > 5.0
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.009
September
Kali 49,00 19,00 n/a
9.24.0002.009.01
     M <= 2.0
Kali 47,00 18,00 n/a
9.24.0002.009.02
     M 2.1 - 3
Kali 2,00 1,00 n/a
9.24.0002.009.03
     M 3.1 - 4
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.009.04
     M 4.1 - 5
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.009.05
     M > 5.0
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.010
Oktober
Kali 62,00 35,00 n/a
9.24.0002.010.01
     M <= 2.0
Kali 60,00 34,00 n/a
9.24.0002.010.02
     M 2.1 - 3
Kali 2,00 1,00 n/a
9.24.0002.010.03
     M 3.1 - 4
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.010.04
     M 4.1 - 5
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.010.05
     M > 5.0
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.011
November
Kali 52,00 56,00 n/a
9.24.0002.011.01
     M <= 2.0
Kali 51,00 56,00 n/a
9.24.0002.011.02
     M 2.1 - 3
Kali 1,00 0,00 n/a
9.24.0002.011.03
     M 3.1 - 4
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.011.04
     M 4.1 - 5
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.011.05
     M > 5.0
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.012
Desember
Kali 46,00 19,00 n/a
9.24.0002.012.01
     M <= 2.0
Kali 46,00 18,00 n/a
9.24.0002.012.02
     M 2.1 - 3
Kali 0,00 1,00 n/a
9.24.0002.012.03
     M 3.1 - 4
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.012.04
     M 4.1 - 5
Kali 0,00 0,00 n/a
9.24.0002.012.05
     M > 5.0
Kali 0,00 0,00 n/a
Unduh Metadata
No Nama Variabel Alias Konsep Definisi Referensi Pemilihan Referensi Waktu Tipe Data Klasifikasi Aturan Validasi Kalimat Pertanyaan Dapat di Akses publik
1 Januari 9.24.0002.001 Jumlah kejadian gempa pada bulan Januari berdasarkan magnitudo. Angka yang tertera merupakan perhitungan otomatis oleh sistem. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Diisi sistem Januari Ya
2 M <= 2.0 9.24.0002.001.01 Jumlah kejadian gempa pada bulan Januari dengan magnitudo kurang dari sama dengan 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M <= 2.0 Ya
3 M 2.1 - 3 9.24.0002.001.02 Jumlah kejadian gempa pada bulan Januari dengan magnitudo 2.1 sampai dengan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 2.1 - 3 Ya
4 M 3.1 - 4 9.24.0002.001.03 Jumlah kejadian gempa pada bulan Januari dengan magnitudo 3.1 sampai dengan 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 3.1 - 4 Ya
5 M 4.1 - 5 9.24.0002.001.04 Jumlah kejadian gempa pada bulan Januari dengan magnitudo 4.1 sampai dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 4.1 - 5 Ya
6 M > 5.0 9.24.0002.001.05 Jumlah kejadian gempa pada bulan Januari dengan magnitudo lebih dari sama dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M > 5.0 Ya
7 Februari 9.24.0002.002 Jumlah kejadian gempa pada bulan Februari berdasarkan magnitudo. Angka yang tertera merupakan perhitungan otomatis oleh sistem. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Diisi sistem Februari Ya
8 M <= 2.0 9.24.0002.002.01 Jumlah kejadian gempa pada bulan Februari dengan magnitudo kurang dari sama dengan 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M <= 2.0 Ya
9 M 2.1 - 3 9.24.0002.002.02 Jumlah kejadian gempa pada bulan Februari dengan magnitudo 2.1 sampai dengan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 2.1 - 3 Ya
10 M 3.1 - 4 9.24.0002.002.03 Jumlah kejadian gempa pada bulan Februari dengan magnitudo 3.1 sampai dengan 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 3.1 - 4 Ya
11 M 4.1 - 5 9.24.0002.002.04 Jumlah kejadian gempa pada bulan Februari dengan magnitudo 4.1 sampai dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 4.1 - 5 Ya
12 M > 5.0 9.24.0002.002.05 Jumlah kejadian gempa pada bulan Februari dengan magnitudo lebih dari sama dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M > 5.0 Ya
13 Maret 9.24.0002.003 Jumlah kejadian gempa pada bulan Maret berdasarkan magnitudo. Angka yang tertera merupakan perhitungan otomatis oleh sistem. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Diisi sistem Maret Ya
14 M <= 2.0 9.24.0002.003.01 Jumlah kejadian gempa pada bulan Maret dengan magnitudo kurang dari sama dengan 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M <= 2.0 Ya
15 M 2.1 - 3 9.24.0002.003.02 Jumlah kejadian gempa pada bulan Maret dengan magnitudo 2.1 sampai dengan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 2.1 - 3 Ya
16 M 3.1 - 4 9.24.0002.003.03 Jumlah kejadian gempa pada bulan Maret dengan magnitudo 3.1 sampai dengan 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 3.1 - 4 Ya
17 M 4.1 - 5 9.24.0002.003.04 Jumlah kejadian gempa pada bulan Maret dengan magnitudo 4.1 sampai dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 4.1 - 5 Ya
18 M > 5.0 9.24.0002.003.05 Jumlah kejadian gempa pada bulan Maret dengan magnitudo lebih dari sama dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M > 5.0 Ya
19 April 9.24.0002.004 Jumlah kejadian gempa pada bulan April berdasarkan magnitudo. Angka yang tertera merupakan perhitungan otomatis oleh sistem. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Diisi sistem April Ya
20 M <= 2.0 9.24.0002.004.01 Jumlah kejadian gempa pada bulan April dengan magnitudo kurang dari sama dengan 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M <= 2.0 Ya
21 M 2.1 - 3 9.24.0002.004.02 Jumlah kejadian gempa pada bulan April dengan magnitudo 2.1 sampai dengan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 2.1 - 3 Ya
22 M 3.1 - 4 9.24.0002.004.03 Jumlah kejadian gempa pada bulan April dengan magnitudo 3.1 sampai dengan 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 3.1 - 4 Ya
23 M 4.1 - 5 9.24.0002.004.04 Jumlah kejadian gempa pada bulan April dengan magnitudo 4.1 sampai dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 4.1 - 5 Ya
24 M > 5.0 9.24.0002.004.05 Jumlah kejadian gempa pada bulan April dengan magnitudo lebih dari sama dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M > 5.0 Ya
25 Mei 9.24.0002.005 Jumlah kejadian gempa pada bulan Mei berdasarkan magnitudo. Angka yang tertera merupakan perhitungan otomatis oleh sistem. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Diisi sistem Mei Ya
26 M <= 2.0 9.24.0002.005.01 Jumlah kejadian gempa pada bulan Mei dengan magnitudo kurang dari sama dengan 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M <= 2.0 Ya
27 M 2.1 - 3 9.24.0002.005.02 Jumlah kejadian gempa pada bulan Mei dengan magnitudo 2.1 sampai dengan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 2.1 - 3 Ya
28 M 3.1 - 4 9.24.0002.005.03 Jumlah kejadian gempa pada bulan Mei dengan magnitudo 3.1 sampai dengan 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 3.1 - 4 Ya
29 M 4.1 - 5 9.24.0002.005.04 Jumlah kejadian gempa pada bulan Mei dengan magnitudo 4.1 sampai dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 4.1 - 5 Ya
30 M > 5.0 9.24.0002.005.05 Jumlah kejadian gempa pada bulan Mei dengan magnitudo lebih dari sama dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M > 5.0 Ya
31 Juni 9.24.0002.006 Jumlah kejadian gempa pada bulan Juni berdasarkan magnitudo. Angka yang tertera merupakan perhitungan otomatis oleh sistem. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Diisi sistem Juni Ya
32 M <= 2.0 9.24.0002.006.01 Jumlah kejadian gempa pada bulan Juni dengan magnitudo kurang dari sama dengan 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M <= 2.0 Ya
33 M 2.1 - 3 9.24.0002.006.02 Jumlah kejadian gempa pada bulan Juni dengan magnitudo 2.1 sampai dengan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 2.1 - 3 Ya
34 M 3.1 - 4 9.24.0002.006.03 Jumlah kejadian gempa pada bulan Juni dengan magnitudo 3.1 sampai dengan 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 3.1 - 4 Ya
35 M 4.1 - 5 9.24.0002.006.04 Jumlah kejadian gempa pada bulan Juni dengan magnitudo 4.1 sampai dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 4.1 - 5 Ya
36 M > 5.0 9.24.0002.006.05 Jumlah kejadian gempa pada bulan Juni dengan magnitudo lebih dari sama dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M > 5.0 Ya
37 Juli 9.24.0002.007 Jumlah kejadian gempa pada bulan Juli berdasarkan magnitudo. Angka yang tertera merupakan perhitungan otomatis oleh sistem. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Diisi sistem Juli Ya
38 M <= 2.0 9.24.0002.007.01 Jumlah kejadian gempa pada bulan Juli dengan magnitudo kurang dari sama dengan 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M <= 2.0 Ya
39 M 2.1 - 3 9.24.0002.007.02 Jumlah kejadian gempa pada bulan Juli dengan magnitudo 2.1 sampai dengan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 2.1 - 3 Ya
40 M 3.1 - 4 9.24.0002.007.03 Jumlah kejadian gempa pada bulan Juli dengan magnitudo 3.1 sampai dengan 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 3.1 - 4 Ya
41 M 4.1 - 5 9.24.0002.007.04 Jumlah kejadian gempa pada bulan Juli dengan magnitudo 4.1 sampai dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 4.1 - 5 Ya
42 M > 5.0 9.24.0002.007.05 Jumlah kejadian gempa pada bulan Juli dengan magnitudo lebih dari sama dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M > 5.0 Ya
43 Agustus 9.24.0002.008 Jumlah kejadian gempa pada bulan Agustus berdasarkan magnitudo. Angka yang tertera merupakan perhitungan otomatis oleh sistem. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Diisi sistem Agustus Ya
44 M <= 2.0 9.24.0002.008.01 Jumlah kejadian gempa pada bulan Agustus dengan magnitudo kurang dari sama dengan 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M <= 2.0 Ya
45 M 2.1 - 3 9.24.0002.008.02 Jumlah kejadian gempa pada bulan Agustus dengan magnitudo 2.1 sampai dengan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 2.1 - 3 Ya
46 M 3.1 - 4 9.24.0002.008.03 Jumlah kejadian gempa pada bulan Agustus dengan magnitudo 3.1 sampai dengan 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 3.1 - 4 Ya
47 M 4.1 - 5 9.24.0002.008.04 Jumlah kejadian gempa pada bulan Agustus dengan magnitudo 4.1 sampai dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 4.1 - 5 Ya
48 M > 5.0 9.24.0002.008.05 Jumlah kejadian gempa pada bulan Agustus dengan magnitudo lebih dari sama dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M > 5.0 Ya
49 September 9.24.0002.009 Jumlah kejadian gempa pada bulan September berdasarkan magnitudo. Angka yang tertera merupakan perhitungan otomatis oleh sistem. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Diisi sistem September Ya
50 M <= 2.0 9.24.0002.009.01 Jumlah kejadian gempa pada bulan September dengan magnitudo kurang dari sama dengan 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M <= 2.0 Ya
51 M 2.1 - 3 9.24.0002.009.02 Jumlah kejadian gempa pada bulan September dengan magnitudo 2.1 sampai dengan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 2.1 - 3 Ya
52 M 3.1 - 4 9.24.0002.009.03 Jumlah kejadian gempa pada bulan September dengan magnitudo 3.1 sampai dengan 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 3.1 - 4 Ya
53 M 4.1 - 5 9.24.0002.009.04 Jumlah kejadian gempa pada bulan September dengan magnitudo 4.1 sampai dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 4.1 - 5 Ya
54 M > 5.0 9.24.0002.009.05 Jumlah kejadian gempa pada bulan September dengan magnitudo lebih dari sama dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M > 5.0 Ya
55 Oktober 9.24.0002.010 Jumlah kejadian gempa pada bulan Oktober berdasarkan magnitudo. Angka yang tertera merupakan perhitungan otomatis oleh sistem. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Diisi sistem Oktober Ya
56 M <= 2.0 9.24.0002.010.01 Jumlah kejadian gempa pada bulan Oktober dengan magnitudo kurang dari sama dengan 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M <= 2.0 Ya
57 M 2.1 - 3 9.24.0002.010.02 Jumlah kejadian gempa pada bulan Oktober dengan magnitudo 2.1 sampai dengan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 2.1 - 3 Ya
58 M 3.1 - 4 9.24.0002.010.03 Jumlah kejadian gempa pada bulan Oktober dengan magnitudo 3.1 sampai dengan 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 3.1 - 4 Ya
59 M 4.1 - 5 9.24.0002.010.04 Jumlah kejadian gempa pada bulan Oktober dengan magnitudo 4.1 sampai dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 4.1 - 5 Ya
60 M > 5.0 9.24.0002.010.05 Jumlah kejadian gempa pada bulan Oktober dengan magnitudo lebih dari sama dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M > 5.0 Ya
61 November 9.24.0002.011 Jumlah kejadian gempa pada bulan November berdasarkan magnitudo. Angka yang tertera merupakan perhitungan otomatis oleh sistem. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Diisi sistem November Ya
62 M <= 2.0 9.24.0002.011.01 Jumlah kejadian gempa pada bulan November dengan magnitudo kurang dari sama dengan 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M <= 2.0 Ya
63 M 2.1 - 3 9.24.0002.011.02 Jumlah kejadian gempa pada bulan November dengan magnitudo 2.1 sampai dengan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 2.1 - 3 Ya
64 M 3.1 - 4 9.24.0002.011.03 Jumlah kejadian gempa pada bulan November dengan magnitudo 3.1 sampai dengan 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 3.1 - 4 Ya
65 M 4.1 - 5 9.24.0002.011.04 Jumlah kejadian gempa pada bulan November dengan magnitudo 4.1 sampai dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 4.1 - 5 Ya
66 M > 5.0 9.24.0002.011.05 Jumlah kejadian gempa pada bulan November dengan magnitudo lebih dari sama dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M > 5.0 Ya
67 Desember 9.24.0002.012 Jumlah kejadian gempa pada bulan Desember berdasarkan magnitudo. Angka yang tertera merupakan perhitungan otomatis oleh sistem. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Diisi sistem Desember Ya
68 M <= 2.0 9.24.0002.012.01 Jumlah kejadian gempa pada bulan Desember dengan magnitudo kurang dari sama dengan 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M <= 2.0 Ya
69 M 2.1 - 3 9.24.0002.012.02 Jumlah kejadian gempa pada bulan Desember dengan magnitudo 2.1 sampai dengan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 2.1 - 3 Ya
70 M 3.1 - 4 9.24.0002.012.03 Jumlah kejadian gempa pada bulan Desember dengan magnitudo 3.1 sampai dengan 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 3.1 - 4 Ya
71 M 4.1 - 5 9.24.0002.012.04 Jumlah kejadian gempa pada bulan Desember dengan magnitudo 4.1 sampai dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M 4.1 - 5 Ya
72 M > 5.0 9.24.0002.012.05 Jumlah kejadian gempa pada bulan Desember dengan magnitudo lebih dari sama dengan 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 2026 integer - Wajib diisi M > 5.0 Ya

Metadata Kegiatan

ID: 62525

Judul Kegiatan :

Kompilasi Data Statistik Sektoral Kabupaten Bantul

Tahun:

2024

Cara Pengumpulan Data:

Kompilasi Produk Administrasi

Sektor Kegiatan:

Teknologi Informasi dan Komunikasi


I. Penyelenggara

1.1. Instansi Penyelenggara:

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul

1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:

JL. Robert Wolter Monginsidi, Kurahan, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55711

Telepon:

0274367509

Faksmile:

-

Email:

diskominfo@bantulkab.go.id


II. Penanggung Jawab

2.1. Unit Eselon Penanggung Jawab:

Eselon 1:

-

Eselon 2:

Bobot Ariffi' Aidin, S.T., M.T.

2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):

Nama:

Sri Mulyani, S S T P, M. Eng

Jabatan:

Kepala Bidang Tata Kelola e-Government, Aplikasi Informatika dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul

Alamat:

Jl. Robert Wolter Monginsidi, Kurahan, Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55711

Telepon:

0274367509

Faksmile:

-

Email:

diskominfo@bantulkab.go.id


III. Perencanaan dan Persiapan

3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Dalam rangka mendukung pelaksanaan kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Bantul berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola data yang terpadu, akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pelaksanaan kebijakan ini diatur dalam Peraturan Bupati Bantul Nomor 21 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Satu Data, yang menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam penyelenggaraan data sektoral di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul. Masing-masing perangkat daerah memproduksi data sesuai dengan urusan masing-masing, melakukan pendataan sesuai dengan daftar data yang telah disepakati dalam Forum Satu Data. Data yang diproduksi dan telah dimutakhirkan berkala dipublikasikan melalui portal Sedata Sebantul. Data yang diproduksi perangkat daerah dan disampaikan melalui Sedata Sebantul menjadi data acuan dalam pengambilan kebijakan. Pemanfaatan data yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara terbuka dengan berbagai format sesuai kebutuhan. Setiap urusan dalam penyelenggaraan pemerintahan perlu menyampaikan data sesuai urusannya sebagai salah satu bentuk akuntabilitas dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul memiliki peran strategis sebagai pengampu urusan pemerintahan bidang komunikasi dan informatika, statistik, dan persandian, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Bantul, yang telah diubah terakhir dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2021. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul juga sebagai Walidata dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Kabupaten Bantul, bertanggung jawab dalam pengelolaan portal Sedata Sebantul serta memastikan keterpaduan, interoperabilitas, dan kualitas data yang disajikan. Sebagai bagian dari pelaksanaan peran tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul menyelenggarakan kegiatan Kompilasi Data Statistik Sektoral Kabupaten Bantul. Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun, memverifikasi, dan mengonsolidasikan data statistik sektoral dari seluruh produsen data Kabupaten Bantul termasuk seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul. Melalui kegiatan ini, diharapkan tersedianya data statistik sektoral yang valid, mutakhir, dan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan daerah. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi antarperangkat daerah serta mendukung terwujudnya tata kelola data yang sesuai dengan prinsip-prinsip Satu Data Indonesia di Kabupaten Bantul.

3.2. Tujuan Kegiatan:

1. Mengumpulkan data sektoral Kabupaten Bantul, 2. Memenuhi kebutuhan data dari berbagai pengguna data, dan 3. Mendukung implementasi Satu Data Indonesia.

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:

Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan
1. Perencanaan Kegiatan 15 December 2023 29 December 2023
2. Desain 2 January 2024 4 January 2024
B. Pengumpulan
3. Pengumpulan Data 5 January 2024 16 December 2024
C. Pemeriksaan
4. Pengelolaan data 16 January 2024 26 December 2024
D. Penyebarluasan
5. Analisis 16 January 2024 26 December 2024
6. Diseminasi Hasil 27 January 2025 28 January 2025
7. Evaluasi 29 January 2025 31 January 2025

3.4. Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan:

No Nama Variabel (Kharakteristik) Konsep Definisi Referensi Waktu (periode Enumerasi)
1 Jenis Kelamin Jenis Kelamin Perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara fisiologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. Jenis kelamin terbagi atas perempuan dan laki-laki. 2024
2 Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan yang dicapai seseorang setelah mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi pada jenjang pendidikan tertinggi yang diikutinya dengan mendapatkan tanda tamat sekolah (ijazah). 2024
3 Agama Agama Ragam sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta manusia dan lingkungannya. 2024
4 Penduduk Penduduk Banyaknya orang yang mendiami suatu wilayah. 2024
5 Jenis Lapangan Usaha Jenis Lapangan Usaha Penggolongan bidang kegiatan suatu usaha/pekerjaan atau tempat seseorang bekerja 2024
6 Kapanewon Kapanewon Sebutan kecamatan di wilayah DIY yang merupakan bagian wilayah dari daerah Kabupaten/Kota. 2024
7 Kalurahan Kalurahan Sebutan desa di wilayah DIY yang merupakan kesatuan masyarakat hukum yang terdiri atas gabungan beberapa padukuhan yang mempunyai batas-batas wilayah tertentu dan harta kekayaan sendiri, berkedudukan langsung di bawah Kapanewon. 2024
8 Jumlah peristiwa kejahatan Peristiwa kejahatan Banyaknya kejadian tindak pidana yang dilaporkan atau tercatat oleh aparat penegak hukum dalam suatu wilayah dan periode waktu tertentu 2024
9 Jumlah Tenaga Kerja Terdata Pekerja Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat 2024
10 Jabatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) PPPK Sekelompok jabatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada instansi pemerintah 2024
11 Realisasi Investasi PMDN Realisasi Investasi Realisasi Investasi Penanam Modal Dalam Negeri 2024
12 Realisasi Investasi PMA Realisasi Investasi Realisasi Investasi Penanam Modal Asing 2024
13 Perangkat Daerah Perangkat Daerah Unsur pembantu Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten dalam penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. 2024
14 Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Jabatan Sekelompok jabatan pada instansi pemerintah. 2024
15 Jenis Pekerjaan Pekerjaan Utama jenis-jenis pencaharian; yang dijadikan pokok penghidupan; sesuatu yang dilakukan untuk mendapat nafkah. 2024
16 Sistem Data Sistem Data Program aplikasi yang berinteraksi dengan basis data 2024
17 Data Geospasial Data Geospasial Data tentang lokasi geografis, dimensi/ukuran, karakteristik objek alam dan/atau buatan manusia yang berada di bawah, pada atau di atas permukaan bumi 2024
18 Kegiatan Statistik Kegiatan Statistik Serangkaian proses sebagai upaya penyediaan dan penyebarluasan data 2024
19 Metadata Metadata Informasi dalam bentuk struktur dan format yang baku untuk menggambarkan data, menjelaskan data, serta memudahkan pencarian, penggunaan, dan pengelolaan informasi data 2024
20 Daftar Data Daftar Data Kumpulan data yang disepakati 2024
21 Keterisian Data Keterisian Data Jumlah data terisi dibagi dengan jumlah seluruh data pada daftar data masing-masing dikali dengan 100 2024
22 Instansi Pemerintah Instansi Pemerintah, Instansi Pusat, Instansi Daerah Instansi Pemerintah adalah kementerian, lembaga, badan lain yang dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan baik di pusat maupun di daerah, atau pemerintah daerah yang fungsi dan tugasnya berkaitan dengan penyelenggaraan negara. 2024

IV. Desain Kegiatan

Diisi jika cara pengumpulan data adalah Survei

4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:

BERULANG

4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:

TAHUNAN

4.3. Tipe Pengumpulan Data:

LONGITUDINAL_CROSS_SECTIONAL

4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:

SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA

4.5. Wilayah Kegiatan:

No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1 DI YOGYAKARTA BANTUL

4. Metode Pengumpulan Data:

Pengumpulan data sekunder

4.7. Sarana Pengumpulan Data:

CAWI

4.8. Unit Pengumpulan Data:

Lainnya : Perangkat daerah, kapanewon, instansi vertikal/BUMN/BUMD/Otoritas dan kalurahan


V. Desain Sampel

5.1. Jenis Rancangan Sampel:

5.2. Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:

5.3. Metode Yang Digunakan:

5.4. Kerangka Sampel Tahap Terakhir:

-

5.5. Fraksi Sampel Keseluruhan:

-

5.6. Nilai Perkiraan Sampling Error Variabel Utama:

-

5.7. Unit Sampel:

-

5.8. Unit Observasi:

-


VI. Pengumpulan Data

6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)?

Tidak

6.2. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:

Supervisi

6.3. Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon?

Tidak

6.4. Petugas Pengumpulan Data:

STAF_INSTANSI_PENYELENGGARA_DAN_MITRA_ATAU_TENAGA_KONTRAK

6.5. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:

DIPLOMA_I_ATAU_II_ATAU_III

6.6. Jumlah Petugas:

Supervisor/penyelia/pengawas : 7 orang
Pengumpul data/enumerator : 157 orang

6.7. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?

Ya


VII. Pengolahan Dan Analisis

7.1. Tahapan Pengolahan Data:

Penyuntingan (Editing) : Tidak
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Ya
Penyahihan (Validasi) : Ya

7.2. Metode Analisis:

DESKRIPTIF

7.3. Unit Analisis:

Lainnya : Perangkat daerah, kapanewon, instansi vertikal/BUMN/BUMD/Otoritas dan kalurahan

7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:

Kabupaten/Kota


VIII. Diseminasi Hasil

8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum

Tercetak (Hardcopy) : Tidak
Digital (Softcopy) : Ya
Data Mikro : Tidak

8.2. Rencana Rilis Produk Kegiatan

Jenis Produk Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) -
Digital (Softcopy) 27 January 2025
Data Mikro -

Masukan Pengguna

Pekerjaan*

Tujuan Penggunaan*

Captcha wajib di isi

Visualisasi